Minggu, 21 Juni 2009

PEMANFAATAN LIMBAH MARMER SEBAGAI BAHAN PENGISI (FILLER) PADA CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS PERMUKAAN JALAN

entry-content'expr:id='"post-" + data:post.id'>

Pemanfaatan limbah hasil olahan sebagai alternatif bahan pengisi (filler) pada campuran beton aspal seyogyanya dilakukan, mengingat potensi ketersediaannya cukup banyak dan tidak dimanfaatkan. Telah dikakukan penelitian yang bertujuan untuk mengkaji secara teknis pemanfaatan limbah marmer sebagi filler pada campuran beton aspal, dengan fokus kajian pada kinerja durabilitas campuran beton aspal. Jenis gradasi campuran yang digunakan yang digunakan mengikuti gradasi campuran No.IV SNI 1990. Penggunaan limbah marmer sebagai filler dikombinasikan terhadap debu batu, dengan kadar variasi kadar limbah marmer sebesar 0%, 50% dan 100%. Penentuan kadar aspal optimum (KAO) campuran, dilakukan dengan memvariasikan kadar aspal dari 4,5%-6,5% dengan tingkat kenaikan 0,5%.
Dari hasil analisis kinerja durabilitas campuran diperoleh nilai IKS campuran dari limbah marmer kadar 100% dan 50% berada di bawah nilai IKS campran tanpa limbah marmer, namun masih di atas nilai persyaratan minimum Bina Marga (IKS=75%) untuk durabilitas yang lebih lama (4,7 dan 14 hari) nilai IDP dan IDK campuran memperlihatkan kecenderungan yang sama dengan niali IKS.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar


General